summary
mata kuliah : Belajar dan pembelajaran
pendidikan teknik elektronika FT UNM
BAB 1
POLA DASAR
MENGAJAR DAN BELAJAR
A.
POLA DASAR MENGAJAR
Guru
dan siswa merupaan komponen penting dalam sistem pembelajaran di sekolah. Tidak
mungkin ada lembaga sekolah tanpa adanya guru dan siswa. Keduanya harus ada.
Hal yang dimaksud dengan pola dasar mengajar dalam pembahasa ini adalah proses
pelaksanna mengajar yang dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yang menjadi
tanggung jawabnya, yang dipengaruhi oleh motivasi dan pandangannya tentang
konsep mengajar sehingga menjadi gaya dalam melaksanakan komunikasi dan
interaksi belajar mengajar.
Ada
3 pola dasar yang dilakukan guru dalam pengelolaan pembelajaran, yakni pola
terpisah, pola terkait dan pola
ketergantungan.
1. POLA
TERPISAH
Pola terpisah adalah pola yang
menggambarkan ketiadaan hubungan antara peran yang dilakukan guru sebagai
pengajar dengan peran siswa sebagai pembelajar.
Ada beberapa ciri dari pola mengajar
terpisah ini :
Pertama
guru menganggap mengajar adalah sekedar menyampaikan materi pelajaran.
Kedua
tidak
adanya kriteria yang jelas tentang keberhasilan guru mengajar. Ketiak jelasan
ini di karenakan konsep mengajar yang hanya sekedar menyampaikan materi
pelajaran, sehingga guru tidak merumuskan tujuan apa yang harus dicapai oleh
siswa.
2. POLA
TERKAIT
Pola terkait adalah pola mengajar guru
yang berupaya agar siswa memahami materi pelajaran sesuai dengan yang disampaikannya. Pola ini
merupakan pola yang banyak dilakukan oleh guru guru kita dewasa ini. Pada pola
ini kerja sama antara guru dan siswa diarahkan pad penguasaan materi pelajaran
yang disampaikan oleh guru.
3. POLA
KETERGANTUNGAN
Pola ketergantungan adalah pola mengajar
yang ditandai oleh adanya kerja sama antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Pola ini siswa belajar sesuai denga minat dan gaya belajarnya
sendiri. Siswa tidak hanya dituntut untuk menelan apa yang disampaikan guru;
akan tetapi juga mengunyah nya sebelum ditelan, sehingga terasa benar asam
garamnya.
Pola ketergantungan ini memiliki
karakteristik sebagai berikut :
a. Siswa
memiliki kesempatan untuk menentukan arah dan tujuan pembelajaran, sehingga
mereka memahami tujuan pembelajaran yang dicapainya.
b. Guru
tidak menempatkan dirinya sebagai sumber utama dalam pembelajaran.
c. Guru
menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
d. Tujuan
utama pembelajaran bukan hanya sekadar menguasai informasi akan tetapi kemampuan
berfikir secara kritis dan analitis.
B.
PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM
1. Pentingnya
pendekatan sistem dalam pembelajaran
Pendekatan sistem sebagai suatu
pendekatan yang memulainya dari analisis setiap komponen yang membentuk sistem
itu sendiri. Sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan komponen yang saling
berkaitan , berinteraksi dan berinterelasi untuk mencapai tujuan.
2. Komponen
- komponen sistem pembelajaran
Belajar adalah proses perubahan tingkah
laku. Perubahan tingkah laku berhubungan dengan perubbahan sistem saraf dan
perubahan energi yang sulit dilihat dan diraba. Adapun komponen – komponen
dalam sistem pembelajaran adalah ; proses, tujuan,isi/materi,metode,media,dan
evaluasi.
3. Faktor
yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran
a. Faktor guru
Guru adalah komponen yang berpengaruh
dalam suatu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru bukanlah hanya
berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang di ajarnya akan tetapi juga
sebagai pengelola pembelajaran ( manager of learning ). Norman kirby ( 1981 )
menyatakan : one underlying emphasis should be noticeable: that the quality of
the teacher is the essential, constant feature in the success of any
educational system.
b. Faktor
siswa
Siswa adalah organisme yang unik yang
berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan adalah
perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama
perkembangan masing – masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama.
c. Faktor
sarana dan prasarana
Saranna adalah segala sesuatu yang
mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran terdapat
beberapa keuntungan bagi sekolah yang memiliki kelengkapan sarana dan
prasarana.
Pertama
dapat
menumbuhkan gairah dan motivasi guru mengajar
Kedua
dapat
memberikan berbagai pilihan pada siswa untuk belajar
d. Faktor
lingkuungan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua
faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran,
Pertama
faktor
organisasi kelas, yang didalamnya yang meliputi jumlah siswa dalam satu kelas
merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.
Kedua
faktro
iklim sosial-psikolois secara internal adalah hubungan antara orang yang
terlibat dalam lingkkungan sekolah , secara eksternal adalah keharmonisan
hubungan antara pihak sekolah dengan dunia luar.
C.
HAKIKAT BELAJAR METODE DAN MEDIA
PEMBELAJARAN
1. Belajar
sebagai proses menambah informasi
Belajar adalah untuk mendapatkan
pengetahuan,pemahaman, atau penguasaan materi pelajaran melalui pengalaman.
2. Belajar
adalah proses perubahan perilaku yang terkontrol
Sekecil apapun perubahan perilaku pada
dasarnya adalah hubungan stimuluus ( rangsangan dari luar ) dan respon dari
dalam diri siswa.
3. Belajar
sebagai proses mental untuk memecahkan masalah
D.
KEDUDUKAN MEDIA DALAM SISTEM
PEMBELAJARAN
Sistem
adalah satu kesatuan komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan
tertentu. Brown ( 1983 ) menjelaskan komponen-komponen yang harus menjadi
perhatian guru dalam merancang sistem pembelajaran dikaitkan dengan
pemanfaatanmedia pembelajaran
1. Siswa
Siswa merupakan titik sentral dalam
sistem pembelajaran sebab proses pembelajaran pada hakikatnya diarahkan untuk
membelajarkan siswa agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan
2. Tujuan
Kompoonen ini merupakan komponen
pengendali dalam sistem pembelajaran, sebab segala daya upaya siswa dan guru
dalam proses pembelajaran pada dasarnya diarahkan untuk mencapai tujuan.
3. Kondisi
Kondisi adalah berbagai pengalaman
belajar yang dirancang agar siswa dapat mencapai tujuan khusus seperti yang
telah dirumuskan.
4. Sumber-sumber
belajar
Sumber belajar berkaitan dengan segala
sesuatu yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar, didalamnya
meliputi lingkungan fisik seperti tempat belajar, bahan dan alat yang digunakan
personil seperti guru dan lain lain.
5. Hasil
belajar
Hasil belajar berkaitan dengan
pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang
direncanakan.
E.
JENIS – JENIS BELAJAR
1. Belajar
pengamatan
Belajar pengamatan adalah jenis belajar
untuk memahami sesuatu melalui indra yang dimiliki. Pengamatan bisa dilakukan
secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan secara langsug dilakukan
manakala siswa atau individu yang belajar berhadapan langsung dengann objek
yang dipelajarinnya
2. Belajar
gerak
Belajar gerak adalah belajar untuk
menguasai gerakan – gerakan tertentu atau melakukan sesuatu.
3. Belajar
menghafal
Belajar menghafal merupakan jenis
belajar yang sering dilakukan siswa dewasa ini.
4. Belajar
memecahkan masalah
Dalam proses kehidupan manusia tidak
pernah lepas dari yang namanya masalah. Semakin manusia dewasa maka masalah
akan semakin kompleks. Masalah itu selamanya berhubungan dengan kepuasan.
Artinya, manakala manusia berhasil memecahkan suatu masalah maka akan muncul
rasa puasnya begitupun yang sebaliknya.
5. Belajar
berdasarkan emosi
Belajar dengan melibatkan emosi siswa di
sekolah, seringkali terabaikan oleh guru. Belajar yang melibatkan emosi siswa
dalam pembentukan kepribadian bukanlah merupakan tanggung jawab guru mata
pelajaran tertentu, akan tetapi merupakan tanggung jawab setiap guru.
BAB 2
KONSEP DASAR
MEDIA PEMBELAJARAN
A.
PENGERTIAN MEDIA DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Robert
hanick ( 1986 ), Media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber dan
penerima.
Rossi
dan breidle ( 1966 ) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat
dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi,
handphone dan lain lain.
B.
FUNGSI DAN MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA
PEMBELAJARAN
1. Menangkap
suatu objek atau peristiwa yang tertentu.
2. Memanipulasi
keadaan, peristiwa atau objek tertentu.
3. Menambah
gairah dan motivasi belajar siswa.
Fungsi
penggunaan media pembelajaran
1. Fungsi
komunikatif. Media pembelajaran di gunakan untuk memudahkan komuniasi antara
penyampai pesan dan penerima pesan.
2. Fungsi
motivasi.
3. Fungsi
kebermaknaan. Pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkatkan penambahan
informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap
rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan
mencipta sebagai aspek kognitif tahap tinggi.
4. Fungsi
penyamaan persepsi.
5. Fungsi
individualitas.
C.
Pentingnya media dalam proses
pembelajaran
Menurut
kemp dan dayton ( 1985 ) tentang pentingnya penggunaan media dalam proses
pembelajaran yakkni :
1. Penyampaian
pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.
2. Pembelajaran
dapat lebih menarik.
3. Pembelajaran
dapat lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip – prinsip
psikologi yang diterima dalam hal partisipasi siswa,umpan balik,dan penguatan.
4. Waktu
pelaksanaan pembelajaran dapat di perpendek.
5. Kualitas
pembelajaran dapat di tingkatkan.
6. Proses
pembelajaran dapat berlangsung dimanapun dan kapanpun di perlukan.
D.
Prinsip – prinsip penggunaan media dalam
pembelajaran
1. Media
digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami
materi pelajaran
2. Media
yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran
3. Media
yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
4. Media
pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa.
5. Media
yang akan digunakan harus memperhatikan efektifitas dan efesiensi.
BAB 3
KOMUNIKASI
PEMBELAJARAN
A.
Hakikat komunikasi
Komunikasi
dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari sumber ke penerima
pesan dengan maksud untuk mempengaruhi penerima pesan. Efektifitas komunikasi
dapat dilihat dari aktifitas penerima pesan melalui feedbackyang dilakukannya.
Komunikasi bertujuan tersampaikannya pesan sesuai dengan maksud sumber
pesan.
B.
Model komunikasi
1. Modele
lasswell
Lasswell mengetengahkan model komunikasi
melalui pernyataannya yang sangat populer yaitu, “ who,say that,on what channel,to whom it may concern,at what effect.
2. Model
komunikasi schramme
C.
Fungsi media komunikasi
Ada
4 fungsi komunikasi dalam proses pembelajaran
1. Fungsi
menjelaskan
Fungsi untuk menjelaskan merupakan
fungsi utama dari media komunikasi, mana kala kita lihat dari sejarahnya memang
media komunikasi pertama kali di kembangkan untuk menjelaskan sesuatu. Misalnya
dalam proses mengajar yang dilakukan guru, media pembelajaran sering digunakan
untuk menjelaskan informasi yang disampaikan guru kepaa siswanya.
2. Fungsi
menjual gagasan
Dalam fungsi menjual gagasan isi dan
sumber informasi berasal dari diri penyaji itu sendiri,, yang berkaitan dengan
penyuguhan gagasan atau ide-ide baru untuk dikritisi oleh penerima pesan.
3. Fungsi
pembelajaran
Fungsi pembelajaran adalah fungsi media
untuk membelajarkan siswa yang bukan hanya sekedar menerima informasi yang
disuuguhkan akan tetapi bagaimana media dapat merangsang siswa untuk
beraktifitas mencapai tujuan pembelajaran.
4. Fungsi
administratif
Fungsi administrati adalah pemanfaatan
media sebagai alat bantu bagi lembaga pendidikan dalam menyebarkan informasi
tentang kegiatan administrasi akademik.
D.
Pengolahan informasi
Pengelolaan
informasi atau dinamakan komunikasi interpersonal adalah proses pengelolaan
informasi oleh seseorang ketika orang tersebut menerima stimulus atau
rangsangan dari luar.
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pengelolaan informasi :
1. Sensasi
Dalam sistem komunikasi interpersonal
sensasi merupakan komponen yang sangat penting, sebab sensasi merupakan gerbang
utama setiap individu dalam menangkap setiap stimulusyang datang.
2. Persepsi
Persepsi adalah proses pemberian makna
terhadap sensasi yang diterima. Sensasi tidak akan berarti apa-apa tanpa
diterjemahkan melalui persepsi
3. Memori
Dalam sistem komunikasi peran memori
sangatlah penting. Sebab memori berhubungan dengan proses menyimpan
stimulusyang dihasilkan sensasi dan diolah menjadi persepsi.
BAB 4
PERKEMBANGAN DAN
KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
A.
Perkembangan media pembelajaran
1. Bahasa
sebagai media pembelajaran
Dalam proses pembelajaran bahasa verbal
merupakan media utama yang digunakan guru. Biasanya bahasa verbal itu dilakukan
dengan menggunakan metode ceramah. Oleh sebab itu, dapat dipastikan mengajar
itu identik dengan ceramahnya guru. Artinya guru telah mengajar kalau ia telah
berceramah.
Ada beberapa ciri penggunaan bahasa
verbal sebagai media pembelajaran diantaranya :
a. Pembelajaran
sepenuhnya tergantung dan berpusat pada guru.
b. Materi
pelajaran sepenuhnya tergantung pada penuturan guru.
c. Pembelajaran
merupakan proses yang statis dan berstruktur.
2. Media
sebagai alat bantu mengajar
3. Media
sebagai alat peraga
4. Audio
visual aid ( AVA ) sebagai media
5. Media
sebagai penyalur pesan
Ada beberapa karakteristik dalam
menggunakan media sebagai penyalur pesan
a. Proses
pembelajaran tidak lagi menempatkan guru sebagai satu satunya sumber belajar
b. Dalam
batas tertentu, proses pembelajaran bisa terjadi dimana saja.
c. Siswa
atau peserta didik dapat mengevaluasi sendiri pembelajaran.
d. Belajar
sesuai dengan kebutuhan sisa sendiri.
6. Media
sebagai sumber belajar
B.
Peran guru dan perkembangan media
1. Guru
sebagai pengembang media dan sumber belajar.
2. Guru
sebbagai pengelola pembelajaran
3. Guru
sebagai administrator dan fasilitator
4. Guru
sebagai direktur
5. Guru
sevagai evaluator
C.
Klasifikasi media pembelajaran
1. Dilihat
dari sifatnya
a. Media
auditif, yaitu media yang hanya dapat di dengar saja, atau media yang hanya
memiliki suara
b. Media
visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur
suara.
c. Media
audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unnsur suara juga
mengandung unsur gambar yang dapat dilihat saja.
2. Dilihat
dari kemampuan jangkauannya
a. Media
yang memiliki daya liput yang luas dan serentak
b. Media
yang mempunyai daya liput yang terbatas
3. Dilihat
dari teknik atau cara pemakaiannya
a. Media
yang diproyeksi
b. Media
yang tidak diproyeksikan
4. Berdasarkan
bentuk dan cara penyajiannnya
a. Media
grafis
b. Media
bahan cetak
c. Gambar
diam
BAB
5
PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN
A.
Tahapan perencanaan
Ely
( 1979 ) mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan
cara berfikir yang dpat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Kaufman (
1972 ) memandang bahwa perencanaan adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan
kemana harus pergi, dan bagaimana bisa sampai ke tempat itu dengan cara yang
paling efektif dan efesien.
1. identifikasi
karakteristik siswa
hal hal yang harus diperhatikan dalam
mengidentifikasi karakteristik siswa sehubungan dengan perencanaan pengembangan
media pembelajaran:
a. tingkat
perkembangan psikologi siswa
b. kemampuan
dasar siswa
c. gaya
belajar siswa
gaya belajar siswa dapat menentukan
bagaimana cara menuangkan ide/gagsan dalam pengembangan mmedia pembelajaran
d. kebiasaan
siswa
kebiasaan siswa perlu di identifikasi
khususnya apabila kita mengembangkan media pembelajaran yang bersifat masal,
melalui penyiaran yang terpusat baik melaui siaran radio ataupun televisi.
2. Perumusan
tujuan
Dalam perumusan tujuan harus memiliki
ketentuan sebagai berikut :
a. Berorientasi
pada siswa
Artinnya, rumusan tujuan pembelajaran
harus selalu berpatokan pada perilaku siswa ddan bukan perilaku guru
b. Operational
Artinya tujuan harus dirumuskan secara
spesifik dan operasional sehingga mudah mengukur tingkat keberhasilan.
3. Pengembangan
materi
4. Pengembangan
alat ukur
B.
Penulisan naskah media
Naskah
dalam perencanaan program media secara umum dapat di artikan sebagai pedomann
tertulis yang berisikan formasi tentang bentuk visual yang akan ditampilkan,
grafis atau tampilan kalimat untuk mempertegas visual dan audio atau suara yang
diperlukan sebagai acuan dalam pembuatan media tertentu.
Ada beberapa tahapan penulisan naskah, yaitu :
1. Memunculkan
dan memperkaya ide atau gagasan
2. Membuat
sinopsis dan treatment
3. Menulis
naskah ( script writing )
4. Evaluasi
dan revisi naskah
C.
Produksi media
Proses
produksi media pembelajaran terbagi 3 yaitu :
1. Pra-produksi,
yaitu kegiatan sebelum pelaksanaan produksi.
2. Pelaksanaan
3. Pasca-produksi
BAB
6
MEDIA
GRAFIS
A.
Pengertian media grafis
Graphics
berasal dari bahasa yunani: graphikos yang berarti melukis atau menggambarkan
dengangaris-garis ( withic & schuler ). Dalam webster dijelaskan bahwa
graphics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik.
Dalam
konteks media pembelajaran, media grafis adalah media yang dapat
mengkomunikasikan data dan fakta, gagasan serta ide-ide melalui gambar dan
kata-kata.
B.
Jenis – jenis media grafis
1. Bagan
Bagan atau chart adalah media grafis
untuk menyajikan pesan pembelajaran dengan mengombinasikan unsur tulisan,gambar
dan foto menjadi kesatuan yang bermakna dengan maksud untuk menyederhanakan
bahan pelajaran yang kompleks agar mudah dipahami.
2. poster
poster adalah media yang digunakan untuk
menyampaikan suatu informasi, saran atau ide-ide tertentu sehingga dapat
merangsang keinginan yang melihatnya untuk melaksanakan isi pesan tersebut.
3. Karikatu
Karikatur atau kartun adalah media
grafis untuk mengungkapkan ide atau sikap dan pandangan terhadap seseorang,
kondisi, kejadian atau situasi tertentu.
4. grafik
grafik adalah media grafis yang dapat
memvisualisasikan perkembangan atau keadaan tertentu secara sederhana dan
ringkas melalui garis dan gambar.
5. Gambar
dan foto
Merupakan media yang umum dipakai untuk
berbagai macam kegiatan pembelajaran
BAB
7
MEDIA
PRESENTASI
A.
Pendahuluan
Presentasi
merupakan metode pembelajaran dengan cara penyampaian melalui penjelasan
informasi oleh penyampai pesan ( dosen, guru, instruktur atau mahasiswa yang di
tugasi untuk memaparkan ide, gagasan ataupun penemuan ). Presentasi merupakan
proses komunikasi yangterdiri dari penyampai pesan, pesan itu sendiri yakni
berbagai informasi yang ingin disampaikan .
B.
Pertimbangan pelaksanaan presentasi
1. Presentasi
dilakukan manakala pesan atau informasi yang hendak disampaikan adalah gagasan
atau ide-ide baru, sehinnga guru atau dosen menganggap belum tersedianya secara
memadai bahan-bahan referensi yang sesuai dengan gagasan yang akan
disampaikannya.
2. Presentasi
dilakukan manakala ingin menyampaikan materi pelajaran yang bersifat data atau
fakta.
3. Presentasi
dapat dilakukan manakala akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya
dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.
C.
Jenis – jenis media presentasi
1. Papan
tulis
2. Overhead
projector (OHP)
3. transparansi
D.
merancang bahan presentasi
ada
empat langkah dalam merancang bahan presentasi
1. merumuskan
tujuan khusus
2. mendesain
visual
3. memilih
bentuk tulisan
4. melakukan
evaluasi dan revisi
E.
pelaksanaan presentasi
ada
tiga langkah yang dilakukan dalam melaksanakan presentasi
1. persiapan
langkah persiapan adalah langkah sebelum
melaksanakan presentasi. Keberhasilan seseorang dalam melaksanakan presentasi
akan ditentukan oleh langkah persiapan.
2. penyajian
3. penutup
penutup adalah langkah mengakhiri
presentasi dengan maksud agar materi presentasi tidak mudah dilupakan. Ada
beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam mengakhiri presentasi, yaitu :
a. pastikan
audiens memahami materi yang kita presentasikan. Oleh sebab itu bisa dilakukan
post test.
b. Buatlah
pokok-pokok materi yang telah kita sajikan misalnya denan membuat peta konsep.
Sumber
Judul buku : media komunikasi pembelajaran
Penerbit : PT. Kencana media group
Penulis :
Prof. Dr. H. Wina sanjaya, M.Pd
Tempat terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2012
Tebal
: 275 Halaman
Edisi revisi cetakan Pertama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar