Rabu, 09 Maret 2016


summary 
mata kuliah : Belajar dan pembelajaran
pendidikan teknik elektronika FT UNM
BAB  1
POLA DASAR MENGAJAR DAN BELAJAR
A.    POLA DASAR MENGAJAR
Guru dan siswa merupaan komponen penting dalam sistem pembelajaran di sekolah. Tidak mungkin ada lembaga sekolah tanpa adanya guru dan siswa. Keduanya harus ada. Hal yang dimaksud dengan pola dasar mengajar dalam pembahasa ini adalah proses pelaksanna mengajar yang dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya, yang dipengaruhi oleh motivasi dan pandangannya tentang konsep mengajar sehingga menjadi gaya dalam melaksanakan komunikasi dan interaksi belajar mengajar.
Ada 3 pola dasar yang dilakukan guru dalam pengelolaan pembelajaran, yakni pola terpisah, pola  terkait dan pola ketergantungan.

1.      POLA TERPISAH
Pola terpisah adalah pola yang menggambarkan ketiadaan hubungan antara peran yang dilakukan guru sebagai pengajar dengan peran siswa sebagai pembelajar.
Ada beberapa ciri dari pola mengajar terpisah ini :
Pertama guru menganggap mengajar adalah sekedar menyampaikan materi pelajaran.
Kedua tidak adanya kriteria yang jelas tentang keberhasilan guru mengajar. Ketiak jelasan ini di karenakan konsep mengajar yang hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, sehingga guru tidak merumuskan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.

2.      POLA TERKAIT
Pola terkait adalah pola mengajar guru yang berupaya agar siswa memahami materi pelajaran sesuai  dengan yang disampaikannya. Pola ini merupakan pola yang banyak dilakukan oleh guru guru kita dewasa ini. Pada pola ini kerja sama antara guru dan siswa diarahkan pad penguasaan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

3.      POLA KETERGANTUNGAN
Pola ketergantungan adalah pola mengajar yang ditandai oleh adanya kerja sama antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pola ini siswa belajar sesuai denga minat dan gaya belajarnya sendiri. Siswa tidak hanya dituntut untuk menelan apa yang disampaikan guru; akan tetapi juga mengunyah nya sebelum ditelan, sehingga terasa benar asam garamnya.
Pola ketergantungan ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
a.       Siswa memiliki kesempatan untuk menentukan arah dan tujuan pembelajaran, sehingga mereka memahami tujuan pembelajaran yang dicapainya.
b.      Guru tidak menempatkan dirinya sebagai sumber utama dalam pembelajaran.
c.       Guru menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
d.      Tujuan utama pembelajaran bukan hanya sekadar menguasai informasi akan tetapi kemampuan berfikir secara kritis dan analitis.

B.     PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM
1.      Pentingnya pendekatan sistem dalam pembelajaran
Pendekatan sistem sebagai suatu pendekatan yang memulainya dari analisis setiap komponen yang membentuk sistem itu sendiri. Sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan komponen yang saling berkaitan , berinteraksi dan berinterelasi untuk mencapai tujuan.
2.      Komponen - komponen sistem pembelajaran
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku berhubungan dengan perubbahan sistem saraf dan perubahan energi yang sulit dilihat dan diraba. Adapun komponen – komponen dalam sistem pembelajaran adalah ; proses, tujuan,isi/materi,metode,media,dan evaluasi.


3.      Faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran
a.       Faktor  guru
Guru adalah komponen yang berpengaruh dalam suatu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru bukanlah hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang di ajarnya akan tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran ( manager of learning ). Norman kirby ( 1981 ) menyatakan : one underlying emphasis should be noticeable: that the quality of the teacher is the essential, constant feature in the success of any educational system.

b.      Faktor siswa
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan adalah perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing – masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama.
c.       Faktor sarana dan prasarana
Saranna adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran terdapat beberapa keuntungan bagi sekolah yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana.
Pertama dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru mengajar
Kedua dapat memberikan berbagai pilihan pada siswa untuk belajar  
d.      Faktor lingkuungan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran,
Pertama faktor organisasi kelas, yang didalamnya yang meliputi jumlah siswa dalam satu kelas merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.
Kedua faktro iklim sosial-psikolois secara internal adalah hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkkungan sekolah , secara eksternal adalah keharmonisan hubungan antara pihak sekolah dengan dunia luar.

C.     HAKIKAT BELAJAR METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Belajar sebagai proses menambah informasi
Belajar adalah untuk mendapatkan pengetahuan,pemahaman, atau penguasaan materi pelajaran melalui pengalaman.
2.      Belajar adalah proses perubahan perilaku yang terkontrol
Sekecil apapun perubahan perilaku pada dasarnya adalah hubungan stimuluus ( rangsangan dari luar ) dan respon dari dalam diri siswa.
3.      Belajar sebagai proses mental untuk memecahkan masalah

D.    KEDUDUKAN MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Brown ( 1983 ) menjelaskan komponen-komponen yang harus menjadi perhatian guru dalam merancang sistem pembelajaran dikaitkan dengan pemanfaatanmedia pembelajaran
1.      Siswa
Siswa merupakan titik sentral dalam sistem pembelajaran sebab proses pembelajaran pada hakikatnya diarahkan untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan
2.      Tujuan
Kompoonen ini merupakan komponen pengendali dalam sistem pembelajaran, sebab segala daya upaya siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada dasarnya diarahkan untuk mencapai tujuan.
3.      Kondisi
Kondisi adalah berbagai pengalaman belajar yang dirancang agar siswa dapat mencapai tujuan khusus seperti yang telah dirumuskan.
4.      Sumber-sumber belajar
Sumber belajar berkaitan dengan segala sesuatu yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar, didalamnya meliputi lingkungan fisik seperti tempat belajar, bahan dan alat yang digunakan personil seperti guru dan lain lain.
5.      Hasil belajar
Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan.

E.     JENIS – JENIS BELAJAR
1.      Belajar pengamatan
Belajar pengamatan adalah jenis belajar untuk memahami sesuatu melalui indra yang dimiliki. Pengamatan bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan secara langsug dilakukan manakala siswa atau individu yang belajar berhadapan langsung dengann objek yang dipelajarinnya
2.      Belajar gerak
Belajar gerak adalah belajar untuk menguasai gerakan – gerakan tertentu atau melakukan sesuatu.
3.      Belajar menghafal
Belajar menghafal merupakan jenis belajar yang sering dilakukan siswa dewasa ini.
4.      Belajar memecahkan masalah
Dalam proses kehidupan manusia tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Semakin manusia dewasa maka masalah akan semakin kompleks. Masalah itu selamanya berhubungan dengan kepuasan. Artinya, manakala manusia berhasil memecahkan suatu masalah maka akan muncul rasa puasnya begitupun yang sebaliknya.
5.      Belajar berdasarkan emosi
Belajar dengan melibatkan emosi siswa di sekolah, seringkali terabaikan oleh guru. Belajar yang melibatkan emosi siswa dalam pembentukan kepribadian bukanlah merupakan tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu, akan tetapi merupakan tanggung jawab setiap guru.














BAB 2
KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN
A.    PENGERTIAN MEDIA DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Robert hanick ( 1986 ), Media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber dan penerima.
Rossi dan breidle ( 1966 ) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, handphone dan lain lain.
B.     FUNGSI DAN MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Menangkap suatu objek atau peristiwa yang tertentu.
2.      Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu.
3.      Menambah gairah dan motivasi belajar siswa.
Fungsi penggunaan media pembelajaran
1.      Fungsi komunikatif. Media pembelajaran di gunakan untuk memudahkan komuniasi antara penyampai pesan dan penerima pesan.
2.      Fungsi motivasi.
3.      Fungsi kebermaknaan. Pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta sebagai aspek kognitif tahap tinggi.
4.      Fungsi penyamaan persepsi.
5.      Fungsi individualitas.
C.     Pentingnya media dalam proses pembelajaran
Menurut kemp dan dayton ( 1985 ) tentang pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran yakkni :
1.      Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.
2.      Pembelajaran dapat lebih menarik.
3.      Pembelajaran dapat lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip – prinsip psikologi yang diterima dalam hal partisipasi siswa,umpan balik,dan penguatan.
4.      Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat di perpendek.
5.      Kualitas pembelajaran dapat di tingkatkan.
6.      Proses pembelajaran dapat berlangsung dimanapun dan kapanpun di perlukan.

D.    Prinsip – prinsip penggunaan media dalam pembelajaran
1.      Media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran
2.      Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
3.      Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
4.      Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa.
5.      Media yang akan digunakan harus memperhatikan efektifitas dan efesiensi.























BAB 3
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
A.    Hakikat komunikasi
Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari sumber ke penerima pesan dengan maksud untuk mempengaruhi penerima pesan. Efektifitas komunikasi dapat dilihat dari aktifitas penerima pesan melalui feedbackyang dilakukannya. Komunikasi bertujuan tersampaikannya pesan sesuai dengan maksud sumber pesan. 
B.     Model komunikasi
1.      Modele lasswell
Lasswell mengetengahkan model komunikasi melalui pernyataannya yang sangat populer yaitu, “ who,say that,on what channel,to whom it may concern,at what effect.
2.      Model komunikasi schramme
C.     Fungsi media komunikasi
Ada 4 fungsi komunikasi dalam proses pembelajaran
1.      Fungsi menjelaskan
Fungsi untuk menjelaskan merupakan fungsi utama dari media komunikasi, mana kala kita lihat dari sejarahnya memang media komunikasi pertama kali di kembangkan untuk menjelaskan sesuatu. Misalnya dalam proses mengajar yang dilakukan guru, media pembelajaran sering digunakan untuk menjelaskan informasi yang disampaikan guru kepaa siswanya.
2.      Fungsi menjual gagasan
Dalam fungsi menjual gagasan isi dan sumber informasi berasal dari diri penyaji itu sendiri,, yang berkaitan dengan penyuguhan gagasan atau ide-ide baru untuk dikritisi oleh penerima pesan.
3.      Fungsi pembelajaran
Fungsi pembelajaran adalah fungsi media untuk membelajarkan siswa yang bukan hanya sekedar menerima informasi yang disuuguhkan akan tetapi bagaimana media dapat merangsang siswa untuk beraktifitas mencapai tujuan pembelajaran.
4.      Fungsi administratif
Fungsi administrati adalah pemanfaatan media sebagai alat bantu bagi lembaga pendidikan dalam menyebarkan informasi tentang kegiatan administrasi akademik.
D.    Pengolahan informasi
Pengelolaan informasi atau dinamakan komunikasi interpersonal adalah proses pengelolaan informasi oleh seseorang ketika orang tersebut menerima stimulus atau rangsangan dari luar.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pengelolaan informasi :
1.      Sensasi
Dalam sistem komunikasi interpersonal sensasi merupakan komponen yang sangat penting, sebab sensasi merupakan gerbang utama setiap individu dalam menangkap setiap stimulusyang datang.
2.      Persepsi
Persepsi adalah proses pemberian makna terhadap sensasi yang diterima. Sensasi tidak akan berarti apa-apa tanpa diterjemahkan melalui persepsi
3.      Memori
Dalam sistem komunikasi peran memori sangatlah penting. Sebab memori berhubungan dengan proses menyimpan stimulusyang dihasilkan sensasi dan diolah menjadi persepsi.















BAB 4
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
A.    Perkembangan media pembelajaran
1.      Bahasa sebagai media pembelajaran
Dalam proses pembelajaran bahasa verbal merupakan media utama yang digunakan guru. Biasanya bahasa verbal itu dilakukan dengan menggunakan metode ceramah. Oleh sebab itu, dapat dipastikan mengajar itu identik dengan ceramahnya guru. Artinya guru telah mengajar kalau ia telah berceramah.
Ada beberapa ciri penggunaan bahasa verbal sebagai media pembelajaran diantaranya :
a.       Pembelajaran sepenuhnya tergantung dan berpusat pada guru.
b.      Materi pelajaran sepenuhnya tergantung pada penuturan guru.
c.       Pembelajaran merupakan proses yang statis dan berstruktur.
2.      Media sebagai alat bantu mengajar
3.      Media sebagai alat peraga
4.      Audio visual aid ( AVA ) sebagai media
5.      Media sebagai penyalur pesan
Ada beberapa karakteristik dalam menggunakan media sebagai penyalur pesan
a.       Proses pembelajaran tidak lagi menempatkan guru sebagai satu satunya sumber belajar
b.      Dalam batas tertentu, proses pembelajaran bisa terjadi dimana saja.
c.       Siswa atau peserta didik dapat mengevaluasi sendiri pembelajaran.
d.      Belajar sesuai dengan kebutuhan sisa sendiri.
6.      Media sebagai sumber belajar

B.     Peran guru dan perkembangan media
1.      Guru sebagai pengembang media dan sumber belajar.
2.      Guru sebbagai pengelola pembelajaran
3.      Guru sebagai administrator dan fasilitator
4.      Guru sebagai direktur
5.      Guru sevagai evaluator



C.     Klasifikasi media pembelajaran
1.      Dilihat dari sifatnya
a.       Media auditif, yaitu media yang hanya dapat di dengar saja, atau media yang hanya memiliki suara
b.      Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara.
c.       Media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unnsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat saja.
2.      Dilihat dari kemampuan jangkauannya
a.       Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak
b.      Media yang mempunyai daya liput yang terbatas
3.      Dilihat dari teknik atau cara pemakaiannya
a.       Media yang diproyeksi
b.      Media yang tidak diproyeksikan
4.      Berdasarkan bentuk dan cara penyajiannnya
a.       Media grafis
b.      Media bahan cetak
c.       Gambar diam











BAB 5
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
A.    Tahapan perencanaan
Ely ( 1979 ) mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan cara berfikir yang dpat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Kaufman ( 1972 ) memandang bahwa perencanaan adalah sebagai suatu proses untuk menetapkan kemana harus pergi, dan bagaimana bisa sampai ke tempat itu dengan cara yang paling efektif dan efesien.
1.      identifikasi karakteristik siswa
hal hal yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi karakteristik siswa sehubungan dengan perencanaan pengembangan media pembelajaran:
a.       tingkat perkembangan psikologi siswa
b.      kemampuan dasar siswa
c.       gaya belajar siswa
gaya belajar siswa dapat menentukan bagaimana cara menuangkan ide/gagsan dalam pengembangan mmedia pembelajaran
d.      kebiasaan siswa
kebiasaan siswa perlu di identifikasi khususnya apabila kita mengembangkan media pembelajaran yang bersifat masal, melalui penyiaran yang terpusat baik melaui siaran radio ataupun televisi.
2.      Perumusan tujuan
Dalam perumusan tujuan harus memiliki ketentuan sebagai berikut :
a.       Berorientasi pada siswa
Artinnya, rumusan tujuan pembelajaran harus selalu berpatokan pada perilaku siswa ddan bukan perilaku guru
b.      Operational
Artinya tujuan harus dirumuskan secara spesifik dan operasional sehingga mudah mengukur tingkat keberhasilan.
3.      Pengembangan materi
4.      Pengembangan alat ukur



B.     Penulisan naskah media
Naskah dalam perencanaan program media secara umum dapat di artikan sebagai pedomann tertulis yang berisikan formasi tentang bentuk visual yang akan ditampilkan, grafis atau tampilan kalimat untuk mempertegas visual dan audio atau suara yang diperlukan sebagai acuan dalam pembuatan media tertentu.
 Ada beberapa tahapan penulisan naskah, yaitu :
1.      Memunculkan dan memperkaya ide atau gagasan
2.      Membuat sinopsis dan treatment
3.      Menulis naskah ( script writing )
4.      Evaluasi dan revisi naskah
C.     Produksi media
Proses produksi media pembelajaran terbagi 3 yaitu :
1.      Pra-produksi, yaitu kegiatan sebelum pelaksanaan produksi.
2.      Pelaksanaan
3.      Pasca-produksi












BAB 6
MEDIA GRAFIS
A.    Pengertian media grafis
Graphics berasal dari bahasa yunani: graphikos yang berarti melukis atau menggambarkan dengangaris-garis ( withic & schuler ). Dalam webster dijelaskan bahwa graphics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik.
Dalam konteks media pembelajaran, media grafis adalah media yang dapat mengkomunikasikan data dan fakta, gagasan serta ide-ide melalui gambar dan kata-kata.
B.     Jenis – jenis media grafis
1.      Bagan
Bagan atau chart adalah media grafis untuk menyajikan pesan pembelajaran dengan mengombinasikan unsur tulisan,gambar dan foto menjadi kesatuan yang bermakna dengan maksud untuk menyederhanakan bahan pelajaran yang kompleks agar mudah dipahami.
2.      poster
poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi, saran atau ide-ide tertentu sehingga dapat merangsang keinginan yang melihatnya untuk melaksanakan isi pesan tersebut.
3.      Karikatu
Karikatur atau kartun adalah media grafis untuk mengungkapkan ide atau sikap dan pandangan terhadap seseorang, kondisi, kejadian atau situasi tertentu.
4.      grafik
grafik adalah media grafis yang dapat memvisualisasikan perkembangan atau keadaan tertentu secara sederhana dan ringkas melalui garis dan gambar.
5.      Gambar dan foto
Merupakan media yang umum dipakai untuk berbagai macam kegiatan pembelajaran



BAB 7
MEDIA PRESENTASI
A.    Pendahuluan
Presentasi merupakan metode pembelajaran dengan cara penyampaian melalui penjelasan informasi oleh penyampai pesan ( dosen, guru, instruktur atau mahasiswa yang di tugasi untuk memaparkan ide, gagasan ataupun penemuan ). Presentasi merupakan proses komunikasi yangterdiri dari penyampai pesan, pesan itu sendiri yakni berbagai informasi yang ingin disampaikan .
B.     Pertimbangan pelaksanaan presentasi
1.      Presentasi dilakukan manakala pesan atau informasi yang hendak disampaikan adalah gagasan atau ide-ide baru, sehinnga guru atau dosen menganggap belum tersedianya secara memadai bahan-bahan referensi yang sesuai dengan gagasan yang akan disampaikannya.
2.      Presentasi dilakukan manakala ingin menyampaikan materi pelajaran yang bersifat data atau fakta.
3.      Presentasi dapat dilakukan manakala akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.
C.     Jenis – jenis media presentasi
1.      Papan tulis
2.      Overhead projector (OHP)
3.      transparansi
D.    merancang bahan presentasi
ada empat langkah dalam merancang bahan presentasi
1.      merumuskan tujuan khusus
2.      mendesain visual
3.      memilih bentuk tulisan
4.      melakukan evaluasi dan revisi
E.     pelaksanaan presentasi
ada tiga langkah yang dilakukan dalam melaksanakan presentasi
1.      persiapan
langkah persiapan adalah langkah sebelum melaksanakan presentasi. Keberhasilan seseorang dalam melaksanakan presentasi akan ditentukan oleh langkah persiapan.
2.      penyajian
3.      penutup
penutup adalah langkah mengakhiri presentasi dengan maksud agar materi presentasi tidak mudah dilupakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam mengakhiri presentasi, yaitu :
a.       pastikan audiens memahami materi yang kita presentasikan. Oleh sebab itu bisa dilakukan post test.
b.      Buatlah pokok-pokok materi yang telah kita sajikan misalnya denan membuat peta konsep.
Sumber
Judul buku                  : media komunikasi pembelajaran
Penerbit                       : PT. Kencana media group
Penulis                         : Prof. Dr. H. Wina sanjaya, M.Pd
Tempat terbit               : Jakarta
Tahun terbit                 : 2012
Tebal                           : 275 Halaman
Edisi revisi cetakan Pertama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar