ESSAY
REINFORCEMENT
LOYALITAS PERAN DAN POSISI KADER SERTA OPTIMALISASI PROFESIONALISME BERLEMBAGA
MENUJU MASYARAKAT HUMANIS TRANSENDEN
Nama
: Arham
Angkatan
: 2013
HIMPUNAN
MAHASISWA ELEKTRONIKA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
Tema :
Reinforcement loyalitas peran dan posisi kader serta
optimalisasi profesionalisme berlembaga menuju masyarakat humanis – transenden.
Dengan melihat tema diatas maka saya merujuk
beberapa poin, yaitu :
1. Apa
pengertian dan jenis reinforcement ?
2. Bagaimana
proses pembentukan loyalitas ?
3. Apa
fungsi profesionalisme dalam organisasi ?
4. Bagaimana Memaknai Peran dan Arti Kader dalam Dinamika Organisasi
·
Pengertian dan jenis reinforcement
Reinforcement sering
diartikan sebagai penguatan, menurut Tanjung Hendri Penguatan adalah
segala sesuatu yang digunakan seorang pimpinan untuk meningkatkan atau
mempertahankan tanggapan khusus
individu. Jadi menurut teori ini,
motivasi seseorang bekerja
tergantung pada penghargaan
yang diterimanya dan akibat dari yang akan dialaminya nanti. Teori ini
menyebutkan bahwa perilaku seorang di masa mendatang dibentuk oleh akibat dari
perilakunya yang sekarang.
Jenis reinforcement ada empat, yaitu: (a) positive
reinforcement (penguatan positif), yaitu penguatan yang dilakukan ke arah
kinerja yang positif; (b) negative reinforcement (penguatan negatif), yaitu
penguatan yang dilakukan karena mengurangi atau mcnghentikan keadaan yang tidak
disukai. Misalnya, berupaya cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan karena tidak tahan
mendengar atasan mengomel terus-menerus; (c) extinction
(peredaan), yaitu tidak
mengukuhkan suatu perilaku, sehingga perilaku tersebut mereda atau punah
sama sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi perilaku yang tidak diharapkan;
(d) punishment, yaitu konsekuensi yang tidak menyenangkan dari tanggapan
perilaku tertentu.
·
Proses pembentukan loyalitas
Berbicara loyalitas maka perlu dipahami dulu arti/ definisi
loyalitas. Definisi loyalitas dalam prakteknya seringkali dijabarkan
dengan sangat berbeda-beda. Menurut kamus bahasa Indonesia maka pengertian
loyalitas sesungguhnya merupakan kepatuhan dan kesetiaan. Selain itu Loyalitas
juga bisa dikatakan setia pada sesuatu dengan rasa cinta, sehingga dengan rasa
loyalitas yang tinggi seseorang merasa tidak perlu untuk mendapatkan imbalan
dalam melakukan sesuatu untuk orang lain/ organisasi tempat dia meletakkan
loyalitasnya.
Secara etimologis kata loyalitas
selain mengandung unsur kepatuhan dan kesetiaan ternyata juga mengandung banyak
unsur dimana unsur-unsur tersebut saling bersinergy dalam membentuk loyalitas
seseorang.
Melihat dari arti kata diatas menunjukkan bahwa dalam
loyalitas terkandung beberapa unsur diantaranya pengorbanan, kepatuhan,
komitmen, ketaatan dan kesetiaan. Hal ini menunjukkan bahwa terbentuknya sikap
loyal melalui proses yang sangat rumit karena dipengaruhi interaksi dua belah
pihak. Mengacu dari pengertian loyalitas diatas dapat dikatakan bahwa seseorang
dikatakan memiliki loyalitas jika seseorang tersebut memiliki kepatuhan dan
kesetiaan terhadap organisasi/seseorang. Ada 4 tahapan dalam pembentukan
loyalitas yaitu :
1.
Cognitive Loyalty ( Kesediaan berdasarkan kesadaran
).
Pada tahapan
pertama loyalitas ini, informasi yang tersedia mengenai suatu yang diinginkan
menjadi faktor utama. Tahapan ini didasarkan pada kesadaran dan harapan
seseorang
2. Affective
Loyalty ( Kesetiaan berdasarkan pengaruh )
Tahapan
loyalitas selanjutnya didasarkan pada pengaruh. Pada tahap ini dapat dilihat
bahwa pengaruh memiliki kedudukan yang kuat, baik dalam perilaku maupun sebagai
komponen yang mempengaruhi kepuasan. Kondisi ini sangat sulit dihilangkan
karena loyalitas sudah tertanam dalam pikiran seseorang bukan hanya kesadaran
maupun harapan.
3. Conative
Loyalty ( Kesetiaan berdasarkan komitmen )
Tahapan
loyalitas ini mengandung komitmen perilaku yang tinggi untuk melakukan seluruh
permintaan yang ada. Perbedaan dengan tahapan sebelumnya adalah Affective
Loyalty hanya terbatas pada motivasi, sedangkan Behavioral Commitment
memberikan hasrat untuk melakukan suatu tindakan, hasrat untuk melakukan
tindakan berulang atau bersikap loyal merupakan tindakan yang dapat
diantisipasi namun tidak dapat disadari.
4. Action
Loyalty ( Kesetiaan dalam bentuk tindakan )
Tahap ini
merupakan tahap akhir dalam loyalitas. Tahap ini diawali dengan suatu keinginan
yang disertai motivasi, selanjutnya diikuti oleh kesiapan untuk bertindak dan
berkeinginan untuk mengatasi seluruh hambatan untuk melakukan tindakan.
·
Fungsi profesionalisme dalam organisasi
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, profesionalisme (profésionalisme) mempunyai makna;
mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau yang
profesional. Profesionalisme merupakan sikap dari seorang profesional. Menurut
H. Sumitro Maskun (1997: 7) bahwa suatu profesionalisme adalah merupakan suatu
bentuk atau bidang kegiatan yang dapat memberikan pelayanan dengan spesialisasi
dan intelektualitas yang tinggi. Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku,
kepakaran, spesialisasi atau kualiti dari seseorang yang profesional.
Organisasi
(Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam
suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari
oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu
politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut
studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational
behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
Kalau dalam
cangkupan Kelompok atau pelajar di bedakan menjadi dua yaitu Komunitas adalah
sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya
memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia,
individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya,
preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa.
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas
yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang
berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". Dan Organisasi
pelajar adalah organisasi yang beranggotakan pelajar untuk mewadahi bakat,
minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan ko dan ekstra
kurikuler.
Di era
sekarang profesionalisme organisasi seakan-akan hanya dikesampingkan saja
disebabkan pengajaran yang diberikan oleh organisasi sangat minim tak
terkecuali organisasi terpelajar, pengajaran yang hanya bersifat pengetahuan
dan pengajaran menjadi panitia acara tidak akan bisa membentuk karakter orang
yang punya prefesionalisme organisasi dan tidak terlepas oleh pengurus
organisasi itu.
Apalagi
organisasi pelajar dan Komunitas yang mencangkup antara organisasi tidak boleh
mempropaganda organisasi lain dan memberi ruang organisasi yang sama, ini bisa
mengakibatkan permusuhan di dalam Komunitas itu. Jadi jika ada organisasi atau
komunitas yang tidak punya etika atau sopan santun dalam perbuatannya, apalagi
mengharamkan organisasi lain sepatutnya di beri sangsi tegas biarpun itu senior
atau alumni.
Profesionalisme
sangat diperlukan dalam sebuah organisasi, di mana setiap orang dituntut untuk
bekerja secara profesional. Jika dalam sebuah bidang organisasi tidak ditemuka
profesionalisme, maka yang akan terjadi adalah timbulnya keresahan dalam
organisasi tersebut dan mengakibatkan pekerjaan yang diharapkan dapat selesai
menjadi terabaikan atau terbengkalai karena kurang adanya kepedulian terhadap
pekerjaan tersebut.
Profesionalisme
sangat diperlukan dan penting, karena tanpa adanya hal tersebut maka akan
muncul kecemburuan sosial dalam suatu bidang pekerjaan dan profesionalisme
sendiri membutuhkan sebuah tanggungjawab kepada setiap orang untuk
bertanggungjawab atas tugas atau pekerjaan yang telah diserahkan kepadanya dan
harus menyelesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Dalam
berorganisasi etika profesionalisme juga sangat diperlukan, antara lain
tampilkan rasa percaya diri kamu, yakinlah terhadap kemampuan diri kamu bahwa
kamu bisa, jangan minder dan usahakan selalu rendah hati, yakinlah setiap orang
pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, jadi kita tidak boleh bersombong diri
atau merendahkan orang lain, usahakan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri.
Yang paling
penting adalah menjaga kedisiplinan kita, seperti datang tepat waktu pada saat
ada pengumpulan anggota organisasi, tidak meninggalkan tugas yang telah
diberikan oleh ketua karena itu bukanlah sikap professional. Selain itu
menggunakan waktu dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada waktu yang terbuang
sia-sia. Etika salam juga salah satu orang yang memilliki jiwa profesionalisme,
contohnya pada saat bertemu teman kita hendaknya memberikan 3-S, yaitu senyum,
salam, sapa. Itu akan membuat kita akan dipandang sebagai orang yang mempunyai
jiwa profesional dan ramah.
·
maknai Peran dan Arti Kader
dalam Dinamika Organisasi
Dalam sebuah organisasi ada yang dinamakan
kader.Definisi kader menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) adalah orang
yang akan diharapkan untuk memegang peranan penting dalam
pemerintahan,institusi,atau organisasi. Namun dalam kenyatannya kader lebih diidentikkan
sebagai sosok yang masuk kedalam organisasi tetapi mereka belum menjadi
pengurus dalam organisasi tersebut. Penafsiran tersebut yang mungkin membatasi
para pelakunya atau peminat organisasi yang mau terjun kedalam sebuah
organisasi dikarenakan masih adanya sekat atau pembatas dalam hal penggolongan
tersebut.
Sebenarnya masalah-masalah tersebut bukan menjadi hal
yang urgent. Menjadi seorang kader bukanlah hanya sebatas menghadiri forum
forum, kajian kajian atau kegiatan yang diadakan organisasi yng bersangkutan.
Terlepas dari masalah itu kader seharusnya juga bisa disejajarkan dengan
Pimpinan. Analogi tersebut misalnya bisa berupa tentang saran maupun masukan
supaya kedepannya kader juga bisa berkontribusi positif dalam membangun dan
mengembangkan organisasi ke arah kemajuan.
Tanpa adanya sekat atau pembatas antara kader dan
pimpinan, seharusnya harus ada pendekatan pendekatan dalam hal penanaman kader.
Pendekatan pendekatan tersebut bisa berupa pendekatan manusiawi, yaitu
pendekatan secara fisik dengan cara memanusiakan kadernya, bahwa kader adalah
calon pemimpin yang harus disikapi dan harus dipersiapkan kelak ketika menjadi
seorang pemimpin. Pendekatan progam atau tugas adalah calon pemimpin
akan lebih terampil bertambah pengalaman dan wawasan ketika seorang pemimpin
itu diberi amanahPendekatan Idealisme yaitu pendekatan yang merupakan
upaya memberikan roh,ajaran dan filosofi dibalik penegasan.
Proses pendekatan ini akan menjadi lebih penting
karena hakikat apa yang ada dalam organisasi
memiliki nilai kehidupan yang tinggi apabila mampu dikaitkan dengan makna
ibadah sesungguhnya.Dengan berbagai pendekatan tersebut seharusnya kita juga
harus dapat mengaplikasikannya dalam pembentukan kader.